<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569</id><updated>2011-11-28T06:43:17.682+07:00</updated><title type='text'>ALL Informatika</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-4485307617147269143</id><published>2010-01-12T20:42:00.000+07:00</published><updated>2010-01-12T20:48:48.676+07:00</updated><title type='text'>ALAMAT IPV6</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.&lt;br /&gt;Selayang pandang&lt;br /&gt;Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.&lt;br /&gt;Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.&lt;br /&gt;Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.&lt;br /&gt;Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373&lt;br /&gt;Format Alamat&lt;br /&gt;Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:&lt;br /&gt;0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000&lt;br /&gt;1111111111111110001010001001110001011010&lt;br /&gt;Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   0010000111011010 0000000011010011 00000000000000000010111100111011                  &lt;br /&gt;   00000010101010100000000011111111 1111111000101000 1001110001011010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Penyederhanaan bentuk alamat&lt;br /&gt;Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:&lt;br /&gt;21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A&lt;br /&gt;Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (:). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (:) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.&lt;br /&gt;Alamat asli Alamat asli yang disederhanakan Alamat setelah dikompres&lt;br /&gt;FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9A:4CA2 FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2 FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2&lt;br /&gt;FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002 FF02:0:0:0:0:0:0:2 FF02::2&lt;br /&gt;Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Format Prefix&lt;br /&gt;Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.&lt;br /&gt;Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks menentukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;3FFE:2900:D005:F28B::/64&lt;br /&gt;Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.&lt;br /&gt;[sunting] Jenis-jenis Alamat IPv6&lt;br /&gt;IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:&lt;br /&gt;  Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan. &lt;br /&gt;  Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many. &lt;br /&gt;  Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa. &lt;br /&gt;Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut:&lt;br /&gt;  Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet. &lt;br /&gt;  Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet. &lt;br /&gt;  Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet berbasis IPv6. &lt;br /&gt;Sementara itu, cakupan alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat.&lt;br /&gt;[sunting] Unicast Address&lt;br /&gt;Alamat IPv6 unicast dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni:&lt;br /&gt;  Alamat unicast global &lt;br /&gt;  Alamat unicast site-local &lt;br /&gt;  Alamat unicast link-local &lt;br /&gt;  Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address) &lt;br /&gt;  Alamat unicast loopback &lt;br /&gt;  Alamat unicast 6to4 &lt;br /&gt;  Alamat unicast ISATAP &lt;br /&gt;[sunting] Unicast global addresses&lt;br /&gt;Alamat unicast global IPv6 mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4. Dikenal juga sebagai Aggregatable Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang dapat secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa. Struktur alamat IPv6 unicast global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan Node).&lt;br /&gt;Field Panjang Keterangan&lt;br /&gt;001 3 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal alamat, bahwa alamat ini adalah sebuah alamat IPv6 Unicast Global.&lt;br /&gt;Top Level Aggregation Identifier (TLA ID) 13 bit Berfungsi sebagai level tertinggi dalam hierarki routing. TLA ID diatur oleh Internet Assigned Name Authority (IANA), yang mengalokasikannya ke dalam daftar Internet registry, yang kemudian mengolasikan sebuah TLA ID ke sebuah ISP global.&lt;br /&gt;Res 8 bit Direservasikan untuk penggunaan pada masa yang akan datang (mungkin untuk memperluas TLA ID atau NLA ID).&lt;br /&gt;Next Level Aggregation Identifier (NLA ID) 24 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal milik situs (site) kustomer tertentu.&lt;br /&gt;Site Level Aggregation Identifier (SLA ID) 16 bit Mengizinkan hingga 65536 (216) subnet dalam sebuah situs individu. SLA ID ditetapkan di dalam sebuah site. ISP tidak dapat mengubah bagian alamat ini.&lt;br /&gt;Interface ID 64 bit Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik (yang ditentukan oleh SLA ID).&lt;br /&gt;[sunting] Unicast site-local addresses&lt;br /&gt;Alamat unicast site-local IPv6 mirip dengan alamat privat dalam IPv4. Ruang lingkup dari sebuah alamat terdapat pada internetwork dalam sebuah site milik sebuah organisasi. Penggunaan alamat unicast global dan unicast site-local dalam sebuah jaringan adalah mungkin dilakukan. Prefiks yang digunakan oleh alamat ini adalah FEC0::/48.&lt;br /&gt;Field Panjang Keterangan&lt;br /&gt;111111101100000000000000000000000000000000000000 48 bit Nilai ketetapan alamat unicast site-local&lt;br /&gt;Subnet Identifier 16 bit Mengizinkan hingga 65536 (216) subnet dalam sebuah struktur subnet datar. Administrator juga dapat membagi bit-bit yang yang memiliki nilai tinggi (high-order bit) untuk membuat sebuah infrastruktur routing hierarkis.&lt;br /&gt;Interface Identifier 64 bit Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik.&lt;br /&gt;[sunting] Unicast link-local address&lt;br /&gt;Alamat unicast link-local adalah alamat yang digunakan oleh host-host dalam subnet yang sama. Alamat ini mirip dengan konfigurasi APIPA (Automatic Private Internet Protocol Addressing) dalam sistem operasi Microsoft Windows XP ke atas. host-host yang berada di dalam subnet yang sama akan menggunakan alamat-alamat ini secara otomatis agar dapat berkomunikasi. Alamat ini juga memiliki fungsi resolusi alamat, yang disebut dengan Neighbor Discovery. Prefiks alamat yang digunakan oleh jenis alamat ini adalah FE80::/64.&lt;br /&gt;Field Panjang Keterangan&lt;br /&gt;1111111010000000000000000000000000000000000000000000000000000000 64 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal alamat unicast link-local.&lt;br /&gt;Interface ID 64 bit Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik.&lt;br /&gt;[sunting] Unicast unspecified address&lt;br /&gt;Alamat unicast yang belum ditentukan adalah alamat yang belum ditentukan oleh seorang administrator atau tidak menemukan sebuah DHCP Server untuk meminta alamat. Alamat ini sama dengan alamat IPv4 yang belum ditentukan, yakni 0.0.0.0. Nilai alamat ini dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:0 atau dapat disingkat menjadi dua titik dua (::).&lt;br /&gt;[sunting] Unicast Loopback Address&lt;br /&gt;Alamat unicast loopback adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mekanisme interprocess communication (IPC) dalam sebuah host. Dalam IPv4, alamat yang ditetapkan adalah 127.0.0.1, sementara dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:1, atau ::1.&lt;br /&gt;[sunting] Unicast 6to4 Address&lt;br /&gt;Alamat unicast 6to4 adalah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam Internet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini sering digunakan sebagai pengganti alamat publik IPv4. Alamat ini aslinya menggunakan prefiks alamat 2002::/16, dengan tambahan 32 bit dari alamat publik IPv4 untuk membuat sebuah prefiks dengan panjang 48-bit, dengan format 2002:WWXX:YYZZ::/48, di mana WWXX dan YYZZ adalah representasi dalam notasi colon-decimal format dari notasi dotted-decimal format w.x.y.z dari alamat publik IPv4. Sebagai contoh alamat IPv4 157.60.91.123 diterjemahkan menjadi alamat IPv6 2002:9D3C:5B7B::/48.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, alamat ini sering ditulis dalam format IPv6 Unicast global address, yakni 2002:WWXX:YYZZ:SLA ID:Interface ID.&lt;br /&gt;[sunting] Unicast ISATAP Address&lt;br /&gt;Alamat Unicast ISATAP adalah sebuah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam sebuah Intranet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini menggabungkan prefiks alamat unicast link-local, alamat unicast site-local atau alamat unicast global (yang dapat berupa prefiks alamat 6to4) yang berukuran 64-bit dengan 32-bit ISATAP Identifier (0000:5EFE), lalu diikuti dengan 32-bit alamat IPv4 yang dimiliki oleh interface atau sebuah host. Prefiks yang digunakan dalam alamat ini dinamakan dengan subnet prefix. Meski alamat 6to4 hanya dapat menangani alamat IPv4 publik saja, alamat ISATAP dapat menangani alamat pribadi IPv4 dan alamat publik IPv4.&lt;br /&gt;[sunting] Multicast Address&lt;br /&gt;Alamat multicast IPv6 sama seperti halnya alamat multicast pada IPv4. Paket-paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan disampaikan terhadap semua interface yang dikenali oleh alamat tersebut. Prefiks alamat yang digunakan oleh alamat multicast IPv6 adalah FF00::/8.&lt;br /&gt;Field Panjang Keterangan&lt;br /&gt;11111111 8 bit Tanda pengenal bahwa alamat ini adalah alamat multicast.&lt;br /&gt;Flags 4 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal apakah alamat ini adalah alamat transient atau bukan. Jika nilainya 0, maka alamat ini bukan alamat transient, dan alamat ini merujuk kepada alamat multicast yang ditetapkan secara permanen. Jika nilainya 1, maka alamat ini adalah alamat transient.&lt;br /&gt;Scope 4 bit Berfungsi untuk mengindikasikan cakupan lalu lintas multicast, seperti halnya interface-local, link-local, site-local, organization-local atau global.&lt;br /&gt;Group ID 112 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal group multicast&lt;br /&gt;[sunting] Anycast Address&lt;br /&gt;Alamat Anycast dalam IPv6 mirip dengan alamat anycast dalam IPv4, tapi diimplementasikan dengan cara yang lebih efisien dibandingkan dengan IPv4. Umumnya, alamat anycast digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) yang memiliki banyak klien. Meskipun alamat anycast menggunakan ruang alamat unicast, tapi fungsinya berbeda daripada alamat unicast.&lt;br /&gt;IPv6 menggunakan alamat anycast untuk mengidentifikasikan beberapa interface yang berbeda. IPv6 akan menyampaikan paket-paket yang dialamatkan ke sebuah alamat anycast ke interface terdekat yang dikenali oleh alamat tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan alamat multicast, yang menyampaikan paket ke banyak penerima, karena alamat anycast akan menyampaikan paket kepada salah satu dari banyak penerima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-4485307617147269143?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/4485307617147269143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=4485307617147269143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4485307617147269143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4485307617147269143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2010/01/alamat-ipv6.html' title='ALAMAT IPV6'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-4519547427421322346</id><published>2009-12-22T09:52:00.001+07:00</published><updated>2009-12-22T09:52:55.852+07:00</updated><title type='text'>Cellular technology</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;Perkembangan Teknologi Seluler berkembang dengan cepat sekali, sehingga fungsi handphone bukan digunakan sebagai fitur komunikasi saja, dengan tambahan-tambahan fitur seperti kamera digital, radio, LCD berwarna dengan resolusi tinggi, handphone menjadi perangkat yang canggih dan pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handphone merupakan alat Komunikasi Wireless yaitu komunikasi bergerak tanpa kabel yang dibilang dengan Mobile Device. Teknologi wireless ini telah berkembang dengan pesat dalam satu dekade terakhir ini. Prinsip dari komunikasi wireless ini menggunakan kanal radio yang terpisah untuk berkomunikasi dengan cell site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Telepon Seluler&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;Ponsel merupakan gabungan dari Teknologi Radio yang dikawinkan dengan Teknologi Komunikasi Telepon. Telepon pertama kali ditemukan dan diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Sedangkan komunikasi tanpa kabel (wireless) ditemukan oleh Nikolai Tesla pada tahun 1880 dan diperkenalkan oleh Guglielmo Marconi.&lt;br /&gt;Akar dari perkembangan digital wireless dan seluler dimulai sejak 1940 saat teknologi telepon mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Teknologi Seluler&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;Dengan perkembangan teknologi wireless yang sedang berkembang pesat saat ini yaitu teknologi telepon tanpa kabel (wireless) diantaranya AMPS (Advance Mobile Phone System), GSM (Global System for Mobile system) dan CDMA ( Code Division Multiple Access).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMPS (Advance Mobile Phone System)&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;AMPS merupakan generasi pertama pada teknologi selular.&lt;br /&gt;System ini berada pada Band 800 Mhz, yang menggunakan 2 sirkuit yang terintergrasikan dari Computer Dedicated dan System Switch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz - 894 Mhz.&lt;br /&gt;AMPS di operasikan pada Band 800 Mhz sehingga tidak memungkin kan ada nya fitur seperti e-mail dan browsing, serta masi kekurangan dalam kualitas suara.&lt;br /&gt;Ini lah yang menjadi kendala, sehingga system ini tidak berkembang dan ditinggalkan setelah teknologi digital berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSM (Global System for Mobile telekomunication)&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;GSM adalah generasi kedua setelah AMPS, GSM pertama kali dikeluarkan pada taun 1991 dan mulai berkembang pada tahun 1993 dengan diadopsi oleh beberapa negara seperti Afrika Selatan, Australia, Timur Tengah, dan Amerika Utara.&lt;br /&gt;Perkembangan pesat dari GSM disebabkan cara penggunaan system yang digital sehingga memungkinkan pengembang untuk mengekploitasi penggunaan algoritma dan digital serta memungkinkannya penggunaan Very Large Scale Intergration (VLSI). Untuk mengurangi dan memperkecil biaya Handled terminalnya, pada saat ini GSM sudah menggunakan fitur Intelegent Network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSM adalah system telekomunikasi bergerak dengan menggunakan system selular digital. GSM pertama kali dibuat diperuntukan untuk menjadi system telekomunikasi bergerak yang memiliki cakupan internasional yang berdasarkan pada teknologi Multyplexing Time Division Multiple access (TDMA). GSM menggunakan frekuensi standart 900Mhz dan frekuensi 1800Mhz dengan nama Personal Communication Network. GSM juga menyediakan layanan pengiriman data dengan high speed yang menggunakan teknologi High Speed Circuit Switch Data (HSCSD) dengan rate 64 Kbps hingga 100 Kbps. Saat ini di Indonesia yang mengadopsi GSM sudah sekian banyak, PT Telkomsel, Exelkomindo, Satelindo, Indosat, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA (Code Devision Multiple Access)&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;CDMA merupakan generasi ketiga (3G). Teknologi seluler telah berkembang pesat. Sekarang telah berkembang Code Devision Multiple Access yang mengunakan sistem spectrum.&lt;br /&gt;Berbeda dengan GSM yang menggunakan Time Division Multiplexing. CDMA tidak memiliki frekuensi khusus pada setiap user. Setiap channel menggunakan spectrum yang tersedia secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA merupakan perkembangan AMPS yang pertama kali digunakan oleh militer Amerika Serikat sebagai komunikasi Intelejen pada waktu perang.&lt;br /&gt;Perkembangan CDMA tidak secepat perkembangan GSM yang paling banyak diadopsi di berbagai macam negara.&lt;br /&gt;Di Indonesia untuk jaringan CDMA ditempati oleh PT.Mobile-8, Telecom, Telkomflexy dan Esia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-4519547427421322346?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/4519547427421322346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=4519547427421322346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4519547427421322346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4519547427421322346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/12/cellular-technology.html' title='Cellular technology'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-174804131662926460</id><published>2009-12-22T09:40:00.002+07:00</published><updated>2009-12-22T09:46:50.800+07:00</updated><title type='text'>ISDN</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas. Para pemakai ISDN diberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan penghematan biaya, karena biaya untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah apabila menggunakan sistem yang terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemakai juga memiliki akses standar melalui satu set interface pemakai jaringan multiguna standar. ISDN merupakan sebuah bentuk evolusi telepon local loop yang memepertimbangkan jaringan telepon sebagai jaringan terbesar di dunia telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ISDN terdapat dua jenis pelayanan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Basic Rate Inteface (BRI)&lt;br /&gt;   2. Primary Rate Interface (PRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah ISDN&lt;br /&gt;Sebelum terciptanya ISDN, ada juga beberapa jaringan konvensional yang digunakan dalam masyarakat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jaringan Telepon (PSTN = Public Switched Telephone Network)&lt;br /&gt;   2. Jaringan komunikasi data (PDN = Public Data Network)&lt;br /&gt;   3. Jaringan Telex (PSTX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan-jaringan konvensional ini digabungkan menjadi jaringan digital yang terintegrasi dengan cara mendigitalisasi jaringan konvensional tersebut, kemudian jaringan-jaringan yang telah memenuhi konsep Integrated Digital Network diintegrasikan sehingga pada akhirnya kita dapat mengintegrasikan semua jaringan konvensional ini menjadi sebuah jaringan terpadu yang memiliki konsep digital sampai ke pengguna akhir.&lt;br /&gt;Melihat langkah-langkah penggabungan diatas, dapat disimpulkan bahwa IDN merupakan asal mula terciptanya ISDN. Awalnya, telepon jaringan menggunakan kawat atau kabel untuk sarana koneksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada permulaan tahun 1960-an, sistem telepon ini mulai dikonversi dari sistem analog menggunakan kabel, ke sambungan paket sistem digital. Asal mula munculnya ISDN pita lebar bermula ketika pembuatan trial broadband rampung pada jaringan lokal Bigfon di Berlin pada tahun 1984 hingga kemudian pada tahun yang sama penggunaaan ISDN mulai disosialisasikan ke masyarakat. Sosialisasi ini dimulai oleh CCITT (sekarang ITU), yaitu sebuah organisasi dibawah naungan PBB yang menangani bidang standarisasi telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang ISDN&lt;br /&gt;ISDN muncul menjadi sebuah sarana telekomunikasi di tengah masyarakat akibat adanya pertumbuhan permintaan dalam hal komunikasi suara, data, dan gambar, namun dengan biaya yang rendah dan fleksibilitas yang tinggi. Disamping itu, perkembangan perangkat terminal CTE memberikan kebebasan kepada pelanggan dalam memilih alat komunikasi yang berstandarkan ISDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ISDN menawarkan kecepatan dan kualitas tinggi dalam pengiriman data, bahkan 10 kali lebih cepat disbanding PSTN&lt;br /&gt;2. Efisien. Delam satu saluran saja dapat mengirim berbagai jenis layanan (gambar, suara, video) sehingga efisien dalam pemanfaatan waktu&lt;br /&gt;3. Fleksibel. Single interface untuk terminal bervariasi&lt;br /&gt;4. Hemat biaya. Hanya membutuhan satu terminal tunggal untuk audio dan video&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Model Konvensional. Pada masa ini, masing-masing sistem jaringan terpisah, sehingga pengguna akan mengakses ke masing-masing jaringan untuk tiap keperluan layanan yang berbeda satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;2. Model awal ISDN. Pada masa ini, masing-masing jaringan merupakan subnetwork dari ISDN yang dilengkapi dengan sebuah set saluran dan protokol untuk mengakses ke jaringan. Pengguna terdaftar sebangai pelanggan satu jaringan dengan tetap meminta layanan yang berbeda ke sistem yang juga masih berbeda-beda, tetapi telah menggunakan akses yang sama. Hanya sistemnya saja yang masih berbeda.&lt;br /&gt;3. Model jaringan ISDN penuh. Pengguna bisa mengakses ke satu jaringan lewat satu jalur akses yang sama. Sebab sistem ISDN menyediakan dan telah dapat melayani segala jenis pelayanan yang berbeda-beda&lt;br /&gt; Komponen ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ISDN terdiri dari lima buah komponen terminal utama yang bertugas untuk menjalankan proses layanannya, yaitu terminal Equipment, terminal Adapter, Network Termination, Line Termination, dan Local Exchange.&lt;br /&gt;Pelayanan ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa fitur layanan utama yang ditawarkan oleh sistem ISDN. Yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bearer Service.&lt;br /&gt;      Bearer Service merupakan layanan awal dan dasar yang diperuntukkan bagi pengguna yang baru bergabung dengan jaringan ISDN. Pengguna baru akan mendapatkan layanan dasar ini begitu mendaftar sebagai pelanggan ISDN. Bearer Service menyediakan layanan transfer mode,transfer rate, dan transfer capability. Layanan ini menunjukkan dan menjelaskan karakteristik jaringan transmisi yang ditawarkan oleh operator penyedia jaringan antara terminal pengguna dan jaringan.&lt;br /&gt;   2. TeleService&lt;br /&gt;      TeleService adalah layanan yang pada dasaranya telah diberikan dari awal oleh jaringan ISDN, namununtuk menggunakannya harus didukung dari peralatan atau terminal pengguna. Jika pengguna masih menggunakan peralatan standar, maka layanan TeleService ini tidak dapat digunakan.&lt;br /&gt;   3. Supplementary Service&lt;br /&gt;      Supplementary Service adalah layanan tambahan yang disediakan oleh jaringan ISDN ke pengguna, namun dalam mengaksesnya, pengguna dibebankan biaya tambahan ketika mengaktifkan layanan ini. Supplementary Service digunakan bersama dengan layanan dasar jaringan ISDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aplikasi yang didukung oleh ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Teledisket&lt;br /&gt;    * PC Workgroup&lt;br /&gt;    * Inter LAN&lt;br /&gt;    * HiQ Fax&lt;br /&gt;    * Video Conference&lt;br /&gt;    * Remote Security Control&lt;br /&gt;    * Bank Account Line&lt;br /&gt;    * Teledoctor&lt;br /&gt;    * Wide Voice&lt;br /&gt;    * Back Up Line&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Broadcast-ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses Broadcast-ISDN muncul akibat dari usaha Jerman melengkapi perumahan dan perkantoran. Ada dua cara untuk memperbesar kapasitas pengiriman data lewat ISDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. SDH, yaitu alat untuk beban 150 Mbps dengan pelayanan yang berbeda dari laju data yang bervariasi&lt;br /&gt;   2. ATM, yaitu pengembangan penyambungan paket yang memakai ukuran paket yang sama yang diesebut dengan istilah sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan Broadcast ISDN hampir mirip dengan pelayanan ISDN, yaitu mempunyai:.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bearer Service, yaitu pemberian kanal informasi melalui pita lebar tertentu&lt;br /&gt;    * TeleService, yaitu pengembangan dari jenis layanan yang pertama, yang bertumpu pada kemampuan switch dan CPE. TeleService dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu Pelayanan Interaktif (mencakup Conversational, Message, dan Retrieval Service), dan Pelayanan Distributif (mencakup distribusi dengan kemampuan kontrol penerimaan dan tanpa kemampuan kontrol penerimaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ISDN di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi layanan ISDN di Indonesia disediakan oleh PT Telkom. ISDN merupakan hasil evolusi dari PSTN. Proses evolusi ini dilakukan dengan pelayanan berbasis PSTN, kemudian berubah ke pelayanan SMDS, sampai akhirnya pelayanan ISDN dan Broadcast-I &lt;br /&gt; Layanan ISDN di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Direct Dialling In. teleponyang tersambung ke jaringan PSTN/ISDN dapat secara langsung memanggil pesawat cabang STLO.&lt;br /&gt;    * Call Diversion. Pelanggan yang tidak dapat menerima panggilan dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain atau ke layanan penjawab (answering service)&lt;br /&gt;    * Do Not Disturb. Pelanggan yang memang sengaja tidak ingin menerima panggilan untuk suatu periode waktu tertentu dapat mengalihkan panggilannya ke nomor lain.&lt;br /&gt;    * PBX Line Hunting Service. Seleksi otomatis dari suatu bundel saluran yang melayani pelanggan ke nomor direktori umum pelanggan tersebut.&lt;br /&gt;    * Three Party Service. Pelanggan yang sedang melakukan percakapan telepon dapat menahan percakapannya dan melakukan panggilan dengan pihak ketiga.&lt;br /&gt;    * Freephone. Sebuah nomor khusus dapat dialokasikan kepada pelanggan dan beban atas setiap panggilan yang dilakukan kepada nomor ini biayanya dibebankan kepada pelanggan, bukan kepada pihak yang memanggil.&lt;br /&gt;    * Speed Dialling. Pelanggan dapat melakukan panggilan hanya dengan memutar suatu kode singkat atas sebuah nomor tertentu yang sudah diset dan tidak perlu memutar seluruh nomor lengkap.&lt;br /&gt;    * Call Waiting. Pelanggan yang sedang melakukan percakapan diberikan tanda bahwa ada panggilan masuk lainnya.&lt;br /&gt;    * Centrex Service. Layanan ini umunya hanya terdpat pada PABX dengan menggunakan sentral telepon PSTN/IDN yang diperlengkap secara khusus.&lt;br /&gt;    * Malicious Call Identification. Pelanggan dapat meminta identifikasi panggilan yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-174804131662926460?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/174804131662926460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=174804131662926460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/174804131662926460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/174804131662926460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/12/isdn.html' title='ISDN'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-8997653506847370957</id><published>2009-12-14T16:44:00.001+07:00</published><updated>2009-12-14T16:47:25.510+07:00</updated><title type='text'>apa itu ATM???</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ATM (Automatic teller machine atau automated teller machine; di Indonesia juga kadang merupakan singkatan bagi anjungan tunai mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko.&lt;br /&gt;ATM dapat di temukan di restoran, mall, bandara dan market&lt;br /&gt;Walau kini ATM sudah umum digunakan orang, seperti juga Bapak, pada umumnya pengguna ATM kurang paham bagaimana cara kerja sebuah ATM. Sebetulnya, cara kerja ini perlu diketahui agar nasabah paham cara kerja mesin yang sudah sering membantunya ini. Tentunya dengan lebih mengenal, kita dapat menggunakannya dengan lebih baik dan lebih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magnetic Card Reader&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan ATM oleh nasabah dimungkinkan dengan adanya Kartu ATM. Setelah kartu ATM dimasukkan kedalam mesin ATM, maka kartu akan dibaca oleh magnetic card reader yang ada didalam mesin. Fungsi dari magnetic card reader hanya sebagai pembaca dan penerima data. Setelah dibaca, lalu data tersebut dikirim ke sistem komputerisasi bank. Karena fungsinya hanya sebagai penerima data maka magnetic card reader tidak memiliki memori yang bisa menyimpan data nasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang Diacak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mesin berhasil membaca data dalam Kartu ATM tersebut, maka mesin akan meminta data PIN (Personal Identification Number). PIN ini tidak terdapat di dalam kartu ATM melainkan harus di-input oleh nasabah. Kemudian setelah PIN dimasukkan, maka data PIN tersebut akan diacak (di-encrypt) dengan rumus tertentu dan dikirim ke sistem komputerasi bank bersangkutan. Pengacakan data PIN ini dimaksudkan agar data yang dikirim tidak bisa terbaca oleh pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PIN yang sudah diacak berikut isi data dari kartu akan dikirim langsung ke sistem komputer bank untuk diverifikasi. Setelah data selesai diproses di sistem komputer bank, maka data akan dikirim kembali ke ATM. Nasabah akan dapatkan apa yang yang dimintanya di ATM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu nasabah ketahui bahwa mesin ATM tidak menyimpan data nasabah maupun PIN nasabah. Ini karena prinsip kerja mesin ATM hanya menyampaikan pesan (pass through request) nasabah ke sistem komputer bank bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Kartu ATM dan PIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cara kerja ATM seperti tersebut di atas, maka ada dua hal yang sangat penting untuk dijaga agar transaksi nasabah di ATM aman, yaitu: Kartu ATM dan PIN. Kedua perangkat ini seperti gembok pintu dan anak kuncinya. Satu dengan lainnya saling berhubungan erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu pula, untuk menjaga keamanan, jangan pinjamkan Kartu ATM kepada orang lain untuk kepentingan apapun. Simpanlah Kartu ATM pada tempat-tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk PIN, beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh nasabah dalam menjaga kerahasiaannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan pernah memberitahukan PIN kepada orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sedapat mungkin jangan sampai ada yang lihat saat kita meng-input PIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ganti PIN secara berkala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PIN jangan sesuatu yang mudah ditebak, misalnya tanggal lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan menyimpan surat pemberitahuan PIN dari bank di dalam dompet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan mencatat PIN dan menyimpannya dalam dompet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PIN menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari pemilik rekening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PIN ini bersifat sangat pribadi, untuk itu artinya hanya diketahui oleh pemiliknya saja. Dengan menjaga kerahasiaan PIN maka nasabah menjaga keamanan rekeningnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjungan Tunai Mandiri mungkin istilah yang sedikit dipaksakan, karena transaksi yang bisa dilakukan di mesin ATM tidak melulu transaksi tunai atau penarikan uang. Tapi it's okay lah, aku gak begitu tertarik dengan istilah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis ATM:&lt;br /&gt;1. ATM (Cash Dispenser) Front Load / Front Door (Buka Depan)&lt;br /&gt;2. ATM (Cash Dispenser) Rear Load / Rear Door (Buka Belakang)&lt;br /&gt;3. ATM (Cash Dispenser with Depository), ATM dengan fasilitas setoran&lt;br /&gt;4. dan jenis lainnya dengan perlengkapan optional disediakan oleh Vendor ATM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merek ATM:&lt;br /&gt;1. IBM Diebold&lt;br /&gt;2. NCR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-8997653506847370957?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/8997653506847370957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=8997653506847370957' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/8997653506847370957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/8997653506847370957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/12/apa-itu-atm.html' title='apa itu ATM???'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-2556394969179347935</id><published>2009-11-17T20:43:00.000+07:00</published><updated>2009-11-17T20:44:56.394+07:00</updated><title type='text'>modem</title><content type='html'>Modem (Modulator-Demodulator) adalah perangkat yang dewasa ini paling banyak digunakan untuk melakukan koneksi ke internet, khususnya melalui saluran telepon. Secara Fisik, modem dapat dibedakan sebagai modem internal dan modem eksternal. Disamping itu, kita mengenal pembagian berdasarkan kecepatan dan cara kerjanya, apakah itu berupa software atau hardware modem. Ada beberapa pembagian lagi yang sifatnya lebih teknis, seperti error control, data compression protocol&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modem Eksternal dan Internal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tergambar dari namanya, perangkat modem eksternal berada diluar CPU. Modem eksternal dihubungkan ke CPU melalui port COM atau USB. Modem jenis ini biasanya menggunakan sumber tegangan terpisah berupa adaptor. Keuntungan penggunaan modem jenis ini adalah portabilitasnya yang cukup baik sehingga gampang dipindah-pindah untuk digunakan di komputer lain. Disamping itu dengan menggunakan modem eksternal, tidak perlu ada slot ekspansi yang dikorbankan sehingga bisa dipakai untuk keperluan lain, terutama apabila mainboard yang digunakan hanya menyediakan sedikit slot ekspansi. Modem eksternal juga dilengkapi dengan lampu indikator yang memudahkan kita untuk memonitor status modem. Kerugiannya, harganya lebih mahal dibandingkan dengan modem internal. Modem eksternal juga membutuhkan tempat tersendiri untuk menaruhnya meskipun kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan modem eksternal, modem internal terpasang langsung didalam CPU. Secara fisik modem internal berupa sebuah card yang tertancap pada salah satu slot ekspansi pada mainboard, biasanya pada slot ISA atau PCI. Penggunaan modem jenis ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain adalah lebih hemat tempat dan dari segi harga lebih ekonomis dibandingkan dengan modem eksternal. Karena telah terpasang di dalam CPU, maka modem jenis ini tidak membutuhkan adaptor seperti halnya modem eksternal sehingga sistem terkesan lebih ringkas tanpa ada banyak kabel berseliweran yang bisa memberi kesan kurang rapi. Namun demikian, modem internal memiliki kelemahan berupa tidak adanya indikator sebagaimana yang bisa ditemui pada modem eksternal. Akibatnya agak sulit untuk memantau status modem (walaupun bisa dilakukan lewat software). Selain itu, modem internal tidak menggunakan sumber tegangan sendiri hingga harus dicatu dari power supply pada CPU. Panas dari komponen-komponen dalam rangkaian modem internal juga akan menambah suhu dalam kotak CPU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan Modem &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan sebuah modem diukur dengan satuan bps (bit per second) atau kbps (kilobit per second). Besarnya bervariasi, antara 300 bps hingga 56,6 kbps, namun kecepatan yang umum digunakan dewasa ini berkisar antara 14.4 hingga 56,6 kbps. Makin tinggi kecepatannya tentunya makin baik karena akan mempersingkat waktu koneksi dan menghemat biaya pulsa telepon. Kecepatan koneksi juga sangat bergantung pada kualitas saluran telepon yang digunakan. Modem 56,6 kbps biasanya sangat jarang bisa mencapai kecepatan puncaknya. Umumnya koneksi tercepat yang bisa dicapai lewat saluran telepon konvensional adalah berkisar antara 45-50 kbps untuk downstream, tergantung jarak dari sentral saluran telepon yang digunakan (makin dekat tentunya makin baik), sedangkan untuk upstream maksimal hanya sebesar 33.6 kbps. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan saluran telepon yang memang pada dasarnya tidak dirancang untuk komunikasi data berkecepatan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modem berbasis Hardware dan Software &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping kedua pembagian diatas, kita juga mengenal istilah hardware atau software modem. Modem yang bekerja secara hardware menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi-fungsi komunikasi data, sedangkan pada software modem, pekerjaan ini diambil alih oleh sebuah program driver. Penggunaan software modem akan cukup membebani kerja CPU, dan dengan demikian tentunya memerlukan sistem dengan processor yang cepat (disarankan minimal menggunakan processor Pentium 200 Mhz). Penurunan performa akan sangat terasa saat menggunakan modem jenis ini. Sebuah mesin berbasis Celeron 400 misalnya, hanya mampu bekerja layaknya PC Pentium Classic saat online dengan memanfaatkan software modem. Secara fisik hampir tidak ada ciri yang menyolok yang membedakan antara kedua jenis modem ini. Namun demikian, dewasa ini hampir seluruh modem internal berbasis PCI yang ada di pasaran adalah software modem. Modem jenis ini umumnya dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding dengan modem berbasis hardware. Karena faktor ketersediaan driver, maka software modem umumnya hanya bisa bekerja di lingkungan OS Windows sehingga jenis modem ini juga sering disebut sebagai Winmodem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Lampu indikator pada modem eksternal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OH: Off Hook&lt;br /&gt;Menunjukkan bahwa modem sedang bekerja. Kalau diumpamakan pesawat telepon, OH akan menyala saat gagang diangkat dan mati saat gagang diletakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CD: Carrier Detect&lt;br /&gt;Menunjukkan apakah ada carrier yang dikirim dari modem yang dihubungi atau tidak. Saat ada koneksi dengan modem lain, lampu CD akan menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AA: Auto Answer&lt;br /&gt;Fasilitas modem yang bisa menjawab secara otomatis panggilan dari modem lain. Apabila indikator AA menyala, modem bisa melakukan handshaking secara otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EC: Error Control&lt;br /&gt;Fasilitas modem untuk koreksi error. Indikator EC yang menyala menunjukkan fasilitas koreksi error modem sedang aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TD: Transmit Data&lt;br /&gt;Indikator yang akan menyala saat modem sedang mengirimkan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RD: Receive Data&lt;br /&gt;Indikator yang akan menyala saat modem menerima data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DTR: Data Terminal Ready&lt;br /&gt;Indikator yang menunjukkan modem siap digunakan untuk melakukan koneksi ke modem lain. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-2556394969179347935?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/2556394969179347935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=2556394969179347935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/2556394969179347935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/2556394969179347935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/11/modem.html' title='modem'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-2525827611872539825</id><published>2009-11-16T18:41:00.001+07:00</published><updated>2009-11-16T18:41:55.274+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MATERI FRAME RELAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay merupakan protocol WAN yang mempunyai performance tinggi yang bisa memberikan koneksi jaringan WAN sampai 2,048 Mbps (dan bahkan bisa lebih tinggi) ke berbagai belahan dunia. Frame relay menggunakan circuit virtual untuk koneksi site-2 dan memberikan lebar pipa bandwidth berskala yang bisa dijamin (dengan menggunakan apa yang disebut sebagai CIR- committed information rate). Frame relay begitu popular karena penawaran bandwidth yan berskala melalui jalur digital. Dengan menggunakan konfigurasi standard frame relay akan merupakan cara yang sederhana untuk meminimalkan masalah jaringan-2 frame relay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay didesign untuk transmisi digital melalui medium yang sudah handal, yang pada umumnya adalah fiber optic, bandingkan dengan jaringan yang menggunakan X.25 yang pada awalnya didesign untuk jaringan transmisi analog melalui medium yang dianggap tidak handal seperti standard line telpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah fitur utama dari frame relay:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay memberikan deteksi error tapi tidak memberikan recovery error.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay memberikan transfer data sampai 1.54Mbs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay mempunyai ukuran paket yang bervariable (disebut frame)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay bisa dipakai sebagai koneksi backbone kepada jaringan LAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay bisa dimplementasikan melalui berbagai macam koneksi sambungan (56K, T1, T3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay beroperasi pada layer physical dan layer Data link pada model OSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat anda menandatangani kontrak berlangganan jasa frame relay, anda akan diberikan level layanan yang disebut CIR – committed Information Rate. CIR adalah batas jaminan maksimal rate transmisi yang akan anda terima dalam jaringan frame relay. Jika traffic jaringan rendah, anda bisa mengirim data dengan cepat seakan melebihi batas maksimal CIR. Jika traffic meningkat, prioritas akan diberikan pada data yang datang dari cutomer dengan CIR yang lebih tinggi, dan rate efektifnya akan drop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena frame relay mengasumsikan medium transmisi yang handal, setiap switch melakukan pemeriksaan error tapi tidak recovery error. Sumber error dari frame relay kebnyakan bukan dari kehilangan paket atau data corrupt, akan tetapi dikarenakan mampetnya jaringan karena kepadatan aliran data. Saat traffic meningkat, switch frame relay mulai merontokkan paket untuk mengejar beban jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran berikut ini adalah konsep bagaimana data ditransmisikan melalui jaringan frame relay:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Router membuat koneksi ke switch frame relay baik langsung maupun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lewat CSU/DSU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Jaringan Frame relay mensimulasikan suatu koneksi “selalu on” dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PVC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Outer pengirim mulai mengirim data segera tanpa membentuk suatu sesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Switch frame relay melaksanakan pemeriksaan error tapi tidak memperbaiki error tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Paket yang corrupt akan di jatuhkan tanpa notifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Paket akan menjelajah melalu cloud frame relay tanpa adanya acknowledgement&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Piranti pengirim dan penerima lah yang akan melakukan koreksi error&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Switch frame relay akan mulai menjatukan paket jika kemapetan jalur mulai terbentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Kebanjiran atau kemampetan jaringanlah penyebab dari kehilangan paket secara umum pada jaringan frame relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Paket akan dihilangkan berdasarkan informasi pada bit Discard Elligable (DE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Switch frame relay mengirim notifikasi Backward explicit congestion notification (BECN) untuk mengisyaratkan menurunkan rate transfer data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay addressing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame relay menggunakan Data-link Connection Identifier (DLCI) untuk setiap circuit virtual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Range DLCI ada antara 16 dan 1007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.DLCI mewakili koneksi antara dua piranti frame relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Penyedia layanan frame relay memerikan DLCI saat vitual circuit di setup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Setiap DLCI adalah unik pada jaringan local akan tetapi tidak pada jaringan WAN secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Local Management Interface (LMI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LMI merupakan satu set ekstensi management protocol yang mengautomasikan banyak tugas-2 management frame relay. LMI bertanggungjawab untuk memanage koneksi dan melaporkan status koneksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Memelihara link antara router dan switch frame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mengumpulkan satus informasi tentang router-2 yang lain dan juga koneksi-2 pada jarinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Enable dinamik DLCI assignment melalui support multicasting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Membuat DLCI berarti secara global untuk jaringan keseluruhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Router Cisco mendukung tiga macam LMI: Cisco; ANSI; dan Q933a. jika anda menhubungkan router dengan jaringan frame relay, interface router mempunyai koneksi langsung ke switch frame relay pada sisi penyedia frame relay. Walaupun hanya ada satu koneksi fisik antara router dan frame relay, frame relay mendukung multiple circuit virtual. Ada dua opsi saat konfigurasi koneksi frame relay atau circuit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Point-to-point yang mensimulasikan suatu sambungan leased line- suatu sambungan langsung dengan suatu piranti tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Multipoint, yang menghubungkan setiap circuit untuk berkomunikasi dengan lebih dari satu piranti tujuan. Ciscuit yang sama digunakan untuk multiple komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mengkonfigurasikan router dengan multi sub-interface yang mengijinkan konfigurasi circuit virtual, yang masing-2 menggunakan parameter konfigurasi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengkonfigurasi router untuk koneksi ke frame relay, nomor DLCI bertindak seperti address pada layer Data link dan layer Physical. Karena frame relay mendukung protocol-2 layer bagian atas, anda perlu mengasosiasikan logical, address tujuan layer network dengan nomor DLCI yang digunakan untuk mencapai address tersebut. Untuk koneksi multiple, anda mempunyai opsi konfigurasi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Asosiasikan DLCI secara dynamic dengan protocol inverse-ARP untuk mendapatkan address tujuan secara dynamic yang diasosiasikan dengan DLCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Petakan addres secara manual ke DLCI dengan mengidentifikasikan address dari masing-2 piranti tujuan, dan asosiasikan setiap address dengan DLCI. Walaupun banyak yang dikerjakan, hasilnya tidak rentan terhadap error dibandingkan jika menggunakan inverse-ARP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika interface atau sub-interface menggunakan koneksi point-to-point, anda tidak perlu mengasosiasikan address layer network dengan DLCI. Hal ini dikarenakan interface dan DLCI yang bersangkutan hanya mempunyai satu kemungkinan koneksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standard minimum frame relay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak standard frame relay yang berhubungan dengan jenis encapsulasi data-link layer dan fungsi-2 Local Managemeny Interface (LMI) yang digunakan oleh carrier frame relay modern. Untuk kepentingan organisasi korporasi anda, berikut ini adalah standard minimum frame relay:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Jenis koneksi serial yang lebih disukai adalah jenis interface fisik V.35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Modus IETF pada encapsulasi frame relay seharusnya dgunakan untuk layanan yang baru untuk menjamin bisa saling beroperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Jenis LMI pada modus ANSI seharusnya digunakan untuk semua konfigurasi frame relay baru untuk jaminan saling operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Penggunaan point-to-point sub-interface untuk semua konfigurasi frame relay baru diperlukan untuk meminimalkan masalah koneksi jaringan yang diketahui.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-2525827611872539825?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/2525827611872539825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=2525827611872539825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/2525827611872539825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/2525827611872539825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/11/materi-frame-relay-frame-relay.html' title=''/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-4971211925934770191</id><published>2009-11-09T18:11:00.000+07:00</published><updated>2009-11-09T18:12:07.446+07:00</updated><title type='text'>WI-FI</title><content type='html'>WiFi secara singkatnya adalah pengganti kabel supaya komputer anda dapat mengakses jaringan Network/LAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau sebelumnya anda harus mencari kabel dan colokan untuk terhubung dengan LAN, maka dengan WiFi ini anda tidak perlu repot mencari kabelnya, tapi cukup mencari sinyal saja. Bila sinyal ditemukan (dan anda diperbolehkan masuk), maka anda akan terhubung dengan LAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat yang dibutuhkan adalah:&lt;br /&gt;1. AP/Access Point atau Wireless Router, sebagai bagian dari LAN. Alat ini adalah 'pintu gerbang' yang menjebatani dunia WiFi / nirkabel dengan LAN, dan akan memancarkan sinyal radio sebagai 'pengumuman' nya.&lt;br /&gt;2. Wireless NIC / WiFi Card, sebagai bagian dari komputer anda. Alat ini yang membuat komputer anda dapat 'melihat' sinyal WiFi yang dipancarkan oleh AP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting yang dibutuhkan adalah sama saja dengan sambungan LAN biasa. Dari sisi LAN seharusnya sudah ada DHCP server (yang memberikan setting IP, DNS, Default Gateway, dlsb secara otomatis), sehingga komputer cukup menggunakan 'default' yang sudah ada (yaitu Automatic Configuration). Nanti saat komputer anda membaca sinyal dari AP, secara otomatis konfigurasi WiFi card di komputer anda akan disesuaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu setting khusus yang saat ini banyak dipakai, yaitu setting Encryption dan Authentication. Setting ini untuk membatasi siapa saja yang dapat mengakses AP. Cara settingnya tergantung pemilik AP, sehingga anda harus menanyakan hal tersebut ke mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk daerah HotSpot di Cafe, dlsb, biasanya setting khusus tersebut tidak perlu dilakukan, karena saat anda terhubung dengan AP anda akan ditanyakan Username/Password. Cara ini lebih fleksibel karena anda tidak perlu mengubah setting, tapi cukup menjawab pertanyaan saat akses saja. Untuk informasi Username/Password, tentu saja anda harus menanyakan ke pemilik AP nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-4971211925934770191?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/4971211925934770191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=4971211925934770191' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4971211925934770191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4971211925934770191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/11/wi-fi.html' title='WI-FI'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-8825921540888051369</id><published>2009-10-26T20:06:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T20:08:29.078+07:00</updated><title type='text'>wi max INDONESIA</title><content type='html'>Di Indonesia, Wimax memang belum sepopuper Wi-Fi (Wireless Fidelity). Namun sebagai salah satu negara pemegang lisensi Wimax (Worldwide Interoperability Mobile Access), Indonesia memiliki wewenang menerapkan teknologi telekomunikasi ini pada operator-operator seluler yang memiliki kesiapan baik secara kesiapan secara infrastruktur maupun kesiapan operational-maintanance. Akses broadband nirkabel Wimax diharapkan mampu memberikan angin segar di tengah-tengah persaingan industri telekomunikasi dan kebutuhan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit Review tentang Wimax&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesi International Telecommunications Union (ITU) bulan Juni 2007, Wimax dimasukkan dalam standar IMT-2000. Standar tersebut dikenal juga sebagai standar telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G) yang mencakup spektrum 2,5 hingga 2,69 Gigahertz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Wimax sedang menjalani studi koeksistensi untuk memastikan statusnya sebagai salah satu teknologi 3G. Bahkan, melalui standar IMTAdvanced-nya ITU, Wimax siap menjadi teknologi 4G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wimax di Sisi Produsen atau Provider&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto menegaskan, pihaknya telah menyiapkan perangkat aturan berupa Rancangan Peraturan Menteri Kominfo untuk tender BWA (broadband wireless access) yang akan dimulai tahun 2008. Tender tersebut ditujukan bagi industri pendukung peralatan untuk lisensi satu blok frekuensi di pita 2,3 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wan Yi, Direktur Wireless and Mobile Department di China Communications Standards Association (CCSA), mengatakan satus 3G Wimax akan mengganggu keseimbangan industri mobile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teknologi 3G bertumpu pada struktur segitiga W-CDMA, CDMA, dan TD-SCDMA. Wimax akan mempengaruhi ini secar besar-besaran. Semua vendor besar W-CDMA dan CDMA menentang ini,” ujar Wan. Wimax merupakan teknologi yang menggunakan teknik SOFDMA, teknik modulasi multicarrier yang menggunakan subchannelisasi. Provider menggunakan standar frekuensi untuk pelanggan tetap (fixed) dan bergerak (normadic). Teknik modulasi Wimax berbeda dengan CDMA dimana CDMA menggunakan perbedaan kode pada tiap pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wimax di Sisi Konsumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Wimax dapat mengcover area sekitar 50km dimana ratusan pengguna akan dishare sinyal dan kanal untuk transmisi data sampai 155 Mbps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada aplikasi mobile, user Wimax layaknya menggunakan terminal Wifi seperti: notebook, PDA, dan smartphone. Pemanfaatan Wimax sama dengan pemanfaatan Wifi. Sebuah terminal dapat mendeteksi jaringan Wimax dan Wifi sehingga user akan semakin dimudahkan karena bisa memilih Wimax broadband (untuk jaringan Wimax) atau wireless hotspot (untuk jaringan Wifi/Wireless LAN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinergi Wimax-Wifi-Seluler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wifi (Wireless LAN) merupakan jaringan komunikasi nirkabel melalui komputer LAN. Jangkauannya terbatas pada area tertentu sehingga disebut hotspot. Layanan yang diberikan bisa variatif, layaknya aplikasi LAN seperti: email, internet, intranet, messaging, music/video streaming, dan layanan IP base lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Wifi dikombinasikan implementasinya dengan Wimax maka jelas akan mempercepat dan memperluas penggunaannya, lebih secure karena bisa menjadi QoS (Quality of Service), lebih reliable, dan kaya akan layanan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinergi antara Wimax dengan seluler menggabungkan jaringan kabel dan wireless, layanan dan terminal. Secara umum, konsep konvergensi pada telekomunikasi mencakup 3 aspek, yaitu: device, service, dan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Wimax diperkenalkan sebagai akses yang menawarkan solusi multi-access, sebagai contoh: Wimax untuk melengkapi jaringan yang sudah eksis (2G/3G dan Wifi). Munculnya Wimax otomatis akan menimbulkan persaingan dengan pengusung 3G&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan 3G merupakan layanan komunikasi bergerak yang menjanjikan peningkakan bandwith hingga 384 Kbps ketika diakses dalam keadaan bergerak (normadic) sementara untuk di kendaraan bergerak kecepatannya 128 Kbps dan sampao 2 Mbps dalam keadaan diam. Teknologi 3G berbasis GSM (WCDMA) dan CDMA (CDMA 2000). Dengan demikian keunggulan Wimax adalah dari kecepatannya dan layanan yang lebih menarik dibanding 3G. Namun, dari kemampuan mobilitynya 3G masih lebih unggul karena menggunakan node B yang tentu saja bisa mencakup yang lebih luas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-8825921540888051369?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/8825921540888051369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=8825921540888051369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/8825921540888051369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/8825921540888051369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/10/wi-max-indonesia.html' title='wi max INDONESIA'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-6917837178271685081</id><published>2009-10-01T19:04:00.000+07:00</published><updated>2009-10-01T19:05:54.756+07:00</updated><title type='text'>Pengantar Jaringan Komputer (2)</title><content type='html'>Written by Fajar   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan terdahulu , ada baiknya jika diperlukan bisa diklik ulang .Agar dapat saling terkoneksi antara satu komputer dengan komputer lain diperlukan perangkat-perangkat Network. Perangkat-perangkat tersebut antara lain:     Komputer dengan OS yang mendukung Protokol Jaringan,  Network Interface Card/Kartu jaringan/LAN Card,  Switch/Hub,   Kabel UTP((Unshielded Twisted-Pair) dan konektor Rj45,Wireless Device ( Untuk Koneksi tanpa Kabel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Pengalamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering juga disebut dengan IP addressing. Seperti penjelasan di atas, setiap computer dalam jaringan selalu memiliki alamat yang unik, berbeda antara satu computer dengan computer yang lain. Format Ip address dalam bentuk 32 bit bilangan biner untuk versi IPV4 dan 128 bit untuk versi IPV6 (belum diimplementasikan secara luas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format Ip address adalah a.b.c.d, yang terdiri dari Network ID danm Host ID. contoh 192.168.0.1 ,172.16.10.1, 10.1.1.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ip Address dikelompokkan dalam 3 kelas sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Range Octed pertama&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network ID&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Host ID&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Network&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Host&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0-127&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.c.d&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;128 = (27)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16,777,214 = (224 - 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;128-191&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.b&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.c&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16,384 = (214)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65,534 = (216 - 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;192-223&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.b.c&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2,097,152 = (221)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;254 = (28 - 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas A 10.1.1.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas B 172.16.10.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas C 192.168.0.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    IP Privat dan Ip Publik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ip address dibedakan menjadi dua yaitu IP Privat dan Ip Publik. Ip Privat biasanya digunakan dalam jaringan local suatu kantor atau instansi. Penggunaanya bebas dan tidak memerlukan otorisasi dari lembaga tertentu. Ip Publik merupakan IP yang bias diakses dari Internet (mana saja). Alokasi Ip address biasanya diberikan oleh ISP(Internet Service Provider) dan tidak bisa kita tentukan sendiri secara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar IP Privat yang bias digunakan untuk jaringan local sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ip Range&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah IP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.0.0.0 – 10.255.255.255&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.777.216&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;172.16.0.0 – 172.31.255.255&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.048.576&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;192.168.0.0 – 192.168.255.255&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65.536&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari IP yang ada dalam daftar tersebut adalah IP Publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     Subnet Mask&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subnet Mask adalah teknik yang digunakan untuk membagi IP addres menjadi Network ID dan Host ID. Penulisan subnet mask bisa menggunakan 192.168.0.0/24 atau 255.255.255.0. Yang artinya  24 bit dari Ip tersebut yaitu 192.168.0 merupakan Network ID sedangkan selebihnya merupaka Host ID.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh format subnet mask yang lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 192.168.0.0 subnet mask 255.255.255.240 Ekuivalen dengan 192.168.0.0/28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 192.168.0.0 subnet mask 255.255.255.248 Ekuivalen dengan 192.168.0.0/29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendefinisian subnet mask tergantung kebutuhan jaringan kita. Kalau kita menghendaki jumlah network yang banyak,maka subnet mask semakin besar. Apabila kita menghendaki jumlah host yang banyak maka subnet mask kita beri nilai kecil (0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Routing Dan Gateway&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jaringan computer yang kompleks, misalnya computer A akan berkomunikasi dengan jaringan B terkadang harus melewati jaringan lain. Karena itu diperlukan pemilihan jalur (routing) yang dikerjakan oleh satu perangkat yang disebut router.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gateway adalah node (router) dalam jaringan computer yang berfungsi menghubungkan jaringan ke jaringan yang lain. Gateway bias berupa PC yang diinstall software routing di dalamnya atau perangkat khusus sebagai fungsi routing/gateway. Default Gateway merupakan node dalam jaringan yang dipilih jika tidak ada aturan routing yang didefinisikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Setting Ip Address&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seting Ip address dapat dilakukan dengan cara manual dan cara otomatis. Cara manual mengharuskan kita mengisikan parameter Ip yang sudah ditentukan sebelumnya. Cara otomatis akan diberikan IP address kepada PC kita secara otomatis oleh sebuah DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) server. Tentu sebelumnya sudah kita set dulu dhcp servernya. Pada setting ini diasumsikan akan kita set IP Address pada platform windows XP. Untuk windows versi lain prinsipnya hamper sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.       Setting IP address Manual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Klik Start àSetting àNetwork Conection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Double klik Local Area Conection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Klik Properties&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sorot Internet Protocol (TCP/IP), lalu klik properties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pilih Use The Folowing IP address dan isikan IP yang dikehendaki lalu. Pilih Use The following DNS server addreses. Lalu tekan OK, dan ikuti instruksi dengan menekan tombol OK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah IP sudah terkonfigurasi secara benar dan memastikan PC sudah terkoneksi ke Jaringan. Langkah-langkahnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Klik Start ==&gt;Run&lt;br /&gt;   2. Ketik cmd dan tekan tombol OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari command prompt yang muncul ketik ipconfig lalu tekan enter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jika muncul IP address seperti yang kita isikan berarti sudah benar. Langkah selanjutnya adalah cek konektifitas ke Gateway. Masih dari command prompt ketikkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping 192.168.0.1, jika hasilnya diantaranya Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time&lt;1ms TTL=64 . Berarti computer kita sudah berhasil terkoneksi dengan Gateway(Router).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2.       Setting Ip Address Otomatis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah setting Ip address otomatis hampir sama dengan setting Ip address manual, kecuali pada langkah ke 5, Pilih Obtain Ip address automatically dan pilih Obtain DNS Server address automatically. Lalu tekan Ok. Ip address akan diberikan secara otomatis oleh server DHCP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Workgroup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workgroup adalah sekumpulan computer dalam Local Area Network (LAN) yang saling berbagi resource.  Untuk setting workgroup di windows XP langkah-langkahnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Klik Kanan My Computer àKlik Properties&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Klik Tab Computer Name&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Isikan Nama Komputer dan nama workgroupnya, lalu tekan OK dan restart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Sharing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah computer dalam jaringan kita set dalam satu group maka antar computer dapat saling bergagi file,resource dan lain-lain. Contoh kita akan sharing fokder:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik kanan Folder yang akan di share àKlik Sharing And Security àPilih Share Folder àUser limit diisi Maximum allowed àKlik OK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-6917837178271685081?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/6917837178271685081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=6917837178271685081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/6917837178271685081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/6917837178271685081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/10/pengantar-jaringan-komputer-2.html' title='Pengantar Jaringan Komputer (2)'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-3378646379396748342</id><published>2009-04-07T20:13:00.000+07:00</published><updated>2009-04-07T20:16:52.964+07:00</updated><title type='text'>Pengertian Subnetting dan perhitungannya</title><content type='html'>subnetrouter.JPGSubnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.&lt;br /&gt;jalan.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:&lt;br /&gt;gang.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.&lt;br /&gt;network.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.&lt;br /&gt;subnet.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:&lt;br /&gt;CLASS  OKTET PERTAMA  SUBNET MAS DEFAULT  PRIVATE ADDRESS&lt;br /&gt;A  1-127  255.0.0.0  10.0.0.0-10.255.255.255&lt;br /&gt;B  128-191  255.255.0.0  172.16.0.0-172.31.255.255&lt;br /&gt;C  192-223  255.255.255.0  192.168.0.0-192.168.255.255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERHITUNGAN SUBNETTING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Romi Satria Wahono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;subnetrouter2.JPGSetelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:&lt;br /&gt;Subnet Mask  Nilai CIDR&lt;br /&gt;255.128.0.0  /9&lt;br /&gt;255.192.0.0  /10&lt;br /&gt;255.224.0.0  /11&lt;br /&gt;255.240.0.0  /12&lt;br /&gt;255.248.0.0  /13&lt;br /&gt;255.252.0.0  /14&lt;br /&gt;255.254.0.0  /15&lt;br /&gt;255.255.0.0  /16&lt;br /&gt;255.255.128.0  /17&lt;br /&gt;255.255.192.0  /18&lt;br /&gt;255.255.224.0  /19&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Subnet Mask  Nilai CIDR&lt;br /&gt;255.255.240.0  /20&lt;br /&gt;255.255.248.0  /21&lt;br /&gt;255.255.252.0  /22&lt;br /&gt;255.255.254.0  /23&lt;br /&gt;255.255.255.0  /24&lt;br /&gt;255.255.255.128  /25&lt;br /&gt;255.255.255.192  /26&lt;br /&gt;255.255.255.224  /27&lt;br /&gt;255.255.255.240  /28&lt;br /&gt;255.255.255.248  /29&lt;br /&gt;255.255.255.252  /30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet&lt;br /&gt; 2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host&lt;br /&gt; 3. Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.&lt;br /&gt; 4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.&lt;br /&gt;    Subnet&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.0&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.64&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.128&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.192&lt;br /&gt;    Host Pertama&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.1&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.65&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.129&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.193&lt;br /&gt;    Host Terakhir&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.62&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.126&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.190&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.254&lt;br /&gt;    Broadcast&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.63&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.127&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.191&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    192.168.1.255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.&lt;br /&gt;Subnet Mask  Nilai CIDR&lt;br /&gt;255.255.255.128  /25&lt;br /&gt;255.255.255.192  /26&lt;br /&gt;255.255.255.224  /27&lt;br /&gt;255.255.255.240  /28&lt;br /&gt;255.255.255.248  /29&lt;br /&gt;255.255.255.252  /30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.&lt;br /&gt;Subnet Mask  Nilai CIDR&lt;br /&gt;255.255.128.0  /17&lt;br /&gt;255.255.192.0  /18&lt;br /&gt;255.255.224.0  /19&lt;br /&gt;255.255.240.0  /20&lt;br /&gt;255.255.248.0  /21&lt;br /&gt;255.255.252.0  /22&lt;br /&gt;255.255.254.0  /23&lt;br /&gt;255.255.255.0  /24&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Subnet Mask  Nilai CIDR&lt;br /&gt;255.255.255.128  /25&lt;br /&gt;255.255.255.192  /26&lt;br /&gt;255.255.255.224  /27&lt;br /&gt;255.255.255.240  /28&lt;br /&gt;255.255.255.248  /29&lt;br /&gt;255.255.255.252  /30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet&lt;br /&gt; 2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host&lt;br /&gt; 3. Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.&lt;br /&gt; 4. Alamat host dan broadcast yang valid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Subnet&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.0.0&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.64.0&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.128.0&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.192.0&lt;br /&gt;    Host Pertama&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.0.1&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.64.1&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.128.1&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.192.1&lt;br /&gt;    Host Terakhir&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.63.254&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.127.254&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.191.254&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.255.254&lt;br /&gt;    Broadcast&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.63.255&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.127.255&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16.191.255&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    172.16..255.255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet&lt;br /&gt; 2. Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host&lt;br /&gt; 3. Blok Subnet = 256 - 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)&lt;br /&gt; 4. Alamat host dan broadcast yang valid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subnet&lt;br /&gt; 172.16.0.0  172.16.0.128  172.16.1.0  …  172.16.255.128&lt;br /&gt;Host Pertama  172.16.0.1  172.16.0.129  172.16.1.1  …  172.16.255.129&lt;br /&gt;Host Terakhir  172.16.0.126  172.16.0.254  172.16.1.126  …  172.16.255.254&lt;br /&gt;Broadcast  172.16.0.127  172.16.0.255  172.16.1.127  …  172.16.255.255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet&lt;br /&gt; 2. Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host&lt;br /&gt; 3. Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.&lt;br /&gt; 4. Alamat host dan broadcast yang valid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subnet&lt;br /&gt; 10.0.0.0  10.1.0.0  …  10.254.0.0  10.255.0.0&lt;br /&gt;Host Pertama  10.0.0.1  10.1.0.1  …  10.254.0.1  10.255.0.1&lt;br /&gt;Host Terakhir  10.0.255.254  10.1.255.254  …  10.254.255.254  10.255.255.254&lt;br /&gt;Broadcast  10.0.255.255  10.1.255.255  …  10.254.255.255  10.255.255.255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-3378646379396748342?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/3378646379396748342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=3378646379396748342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/3378646379396748342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/3378646379396748342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/04/pengertian-subnetting-dan_4069.html' title='Pengertian Subnetting dan perhitungannya'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-4069927935428849029</id><published>2009-03-27T17:43:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T18:09:01.245+07:00</updated><title type='text'>Perbedaan KabeL straigt Dan Cross</title><content type='html'>Untuk menghubungkan dua buah komputer atau menghubungkan dua buah HUB/Switch dengan kabel UTP, dapat menggunakan kabel crossover. Jika mau menghubungkan komputer ke HUB/Switch, gunakan kabel straight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengkabelan straight dan cross, kita bisa lihat standar yang sudah ditetapkan untuk masalah pengkabelan ini, EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EIA/TIA 568A --- EIA/TIA 568B&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/Scywm4NskOI/AAAAAAAAAA8/RwhI8Z8_1t0/s1600-h/568-A.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317819441989062882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 96px; CURSOR: hand; HEIGHT: 287px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/Scywm4NskOI/AAAAAAAAAA8/RwhI8Z8_1t0/s320/568-A.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/Scyw18mWiEI/AAAAAAAAABE/OTifcUjwH2k/s1600-h/568-A.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317819700864256066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 96px; CURSOR: hand; HEIGHT: 287px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/Scyw18mWiEI/AAAAAAAAABE/OTifcUjwH2k/s320/568-A.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabel Straight&lt;br /&gt;Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch&lt;br /&gt;menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScyxhMXeiQI/AAAAAAAAABM/kcqaZHQKiJY/s1600-h/pc-sw.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317820443831208194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 255px; CURSOR: hand; HEIGHT: 85px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScyxhMXeiQI/AAAAAAAAABM/kcqaZHQKiJY/s320/pc-sw.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih detailnya, lihat gambar berikut : [klik untuk memperbesar]&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/Scyx6goxqwI/AAAAAAAAABU/PqLTmwyB3PI/s1600-h/UTP-Crossover.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/Scyx6goxqwI/AAAAAAAAABU/PqLTmwyB3PI/s320/UTP-Crossover.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317820878769203970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan kabel straight :&lt;br /&gt;menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.&lt;br /&gt;menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.&lt;br /&gt;menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.&lt;br /&gt;menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.&lt;br /&gt;menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabel crossover&lt;br /&gt;Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScyyJ3oopZI/AAAAAAAAABc/GLwzAkzyUlU/s1600-h/UTP-Crossover.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScyyJ3oopZI/AAAAAAAAABc/GLwzAkzyUlU/s320/UTP-Crossover.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317821142640666002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan kabel crossover :&lt;br /&gt;menghubungkan 2 buah komputer secara langsung&lt;br /&gt;menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.&lt;br /&gt;menghubungkan komputer ke port uplink Switch&lt;br /&gt;menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Port biasa VS Port uplink&lt;br /&gt;Untuk menghubungkan dua buah HUB/Switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Tapi jika HUB/Switch atau Network Interface Card (NIC) atau peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di HUB/Switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScyyvS55-pI/AAAAAAAAABk/Ocx5i6fyYy4/s1600-h/uplink.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScyyvS55-pI/AAAAAAAAABk/Ocx5i6fyYy4/s320/uplink.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317821785616022162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-4069927935428849029?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/4069927935428849029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=4069927935428849029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4069927935428849029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4069927935428849029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/03/untuk-menghubungkan-dua-buah-komputer.html' title='Perbedaan KabeL straigt Dan Cross'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/Scywm4NskOI/AAAAAAAAAA8/RwhI8Z8_1t0/s72-c/568-A.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-4686389612219756846</id><published>2009-03-25T21:48:00.001+07:00</published><updated>2009-11-17T20:42:11.578+07:00</updated><title type='text'>7 Layer OSI</title><content type='html'>Apa Itu 7 Layer OSI dalam Jaringan ? &lt;br /&gt;Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Layer OSI&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScpJjBk8eBI/AAAAAAAAAA0/qoMIXuGIqBQ/s1600-h/osigroupedlayers.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 276px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScpJjBk8eBI/AAAAAAAAAA0/qoMIXuGIqBQ/s320/osigroupedlayers.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317143176131934226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.&lt;br /&gt;Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Open” dalam OSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modularity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.&lt;br /&gt;Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScpHazFwVhI/AAAAAAAAAAc/bL1cNSgoOKk/s1600-h/modularity_1.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 290px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScpHazFwVhI/AAAAAAAAAAc/bL1cNSgoOKk/s320/modularity_1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317140835780810258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti contoh Jasa Antar/Kurir. “Modularity” pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai di Toronto. Pesawat terbang membawa paket ke Toronto tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Layer OSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model OSI terdiri dari 7 layer :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Application &lt;br /&gt;Presentation &lt;br /&gt;Session &lt;br /&gt;Transport &lt;br /&gt;Network &lt;br /&gt;Data Link &lt;br /&gt;Physical &lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScpH2jCs8QI/AAAAAAAAAAk/qQ33o1OdiFA/s1600-h/osilayer.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScpH2jCs8QI/AAAAAAAAAAk/qQ33o1OdiFA/s320/osilayer.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317141312509374722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model OSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScpImivOBjI/AAAAAAAAAAs/ecQ3OaiJb9E/s1600-h/osilayers_7.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 290px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScpImivOBjI/AAAAAAAAAAs/ecQ3OaiJb9E/s320/osilayers_7.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317142137061377586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-4686389612219756846?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/4686389612219756846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=4686389612219756846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4686389612219756846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/4686389612219756846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2009/03/apa-itu-7-layer-osi-dalam-jaringan.html' title='7 Layer OSI'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/ScpJjBk8eBI/AAAAAAAAAA0/qoMIXuGIqBQ/s72-c/osigroupedlayers.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-8476929867115792857</id><published>2008-12-25T20:51:00.001+07:00</published><updated>2009-03-25T22:17:12.780+07:00</updated><title type='text'>Cara mudah MeMbuAt BloG</title><content type='html'>Langkah 1: Daftar Google &lt;br /&gt;Daftarkan Diri Anda di Google&lt;br /&gt;Lho koq? Koq di Google? Katanya mau ngajarin bikin blog di blogger.com, koq malah di Google? Tidak salah, karena untuk masuk ke blogger, Anda harus memiliki login google.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan kunjungi http://www.blogger.com. Anda akan mendapatkan halaman seperti pada gambar dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sudah memiliki login di Google, Anda tinggal login, maka Anda akan masuk ke Control Panel atau Panel Kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, Anda bisa memilih bahasa, apakah Bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kali ini saya anggap Anda belum memiliki login Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik tanda panah besar yang bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini sangat mudah dan akan terus mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman Pertama&lt;br /&gt;Langkah 2: Daftar Blog &lt;br /&gt;Lengkapi Pendaftaran Anda&lt;br /&gt;Setelah Anda klik tanda panah besar yang bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA, maka akan muncul formulir seperti yang ada pada gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ini akan menciptakan account Google yang dapat Anda gunakan pada layanan Google lainnya. Jika Anda sudah memiliki sebuah account Google mungkn dari Gmail, Google Groups, atau Orkut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu account Google bisa digunakan untuk mengakses semua fasilitas yang disediakan oleh Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sudah memiliki accout google, Anda bisa langsung login (masuk). Untuk login ke Google, Anda harus login dengan menggunakan alamat email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan lengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alamat email yang Anda masukan harus sudah ada sebelumnya. Anda akan dikirim konfirmasi ke email tersebut. Jika Anda menggunakan email palsu atau email yang baru rencana akan dibuat, maka pendaftaran bisa gagal. Anda tidak perlu menggunakan email gmail.com. Email apa saja bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lengkapi data yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tandai "Saya menerima Persyaratan dan Layanan" sebagai bukti bahwa Anda setuju. BTW Anda sudah membacanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lengkap, klik tanda panah yang bertuliskan lanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Form Pendaftaran 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Form Pendaftaran 2&lt;br /&gt;Langkah 3: Membuat Blog &lt;br /&gt;Memilih Nama Blog dan URL Blog&lt;br /&gt;Jika Anda berhasil, Anda akan dibawa ke halaman seperti pada gambar dibawah. Jika gagal? Gagal biasanya karena verifikasi kata Anda salah. Itu wajar karena sering kali verifikasi kata sulit dibaca. Yang sabar saja, ulangi sampai benar. Saya sendiri sampai mengulang 3X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda berhasil mendaftar, Anda akan dibawa ke halaman seperti yang ada pada gambar dibawah. Sekarang Anda mulai membuat blog dengan mengisi nama dan alamat blog Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, saya menamakan blog tersebut dengan nama Andri. Saya memilih alamat blog dengan alamat http://Andri.blogspot.com&lt;br /&gt;sebagai alaternatif, bisa juga http://Andria.blogspot.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda membuat lensa dengan tujuan mempromosikan produk Anda atau produk afiliasi, maka dalam memilih nama, harus berisi nama produk atau jasa yang akan Anda tawarkan. Misalnya jika Anda ingin menjual ebook saya, Anda bisa memilih kata kunci seperti motivasi, sukses, berpikir positif, dan kata-kata kunci lainnya yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa meneliti kata kunci yang paling banyak dicari orang (tentu harus berhubungan dengan produk yang Anda jual) di&lt;br /&gt;https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mengecek ketersidaan alamat blog yang Anda pilih. Jika tersedia bisa Anda lanjutkan. Jika tidak tersedia, maka Anda harus kreatif mencari nama lain atau memodifikasi alamat yang sudah ada, misalnya ditambahkan abc, xzy, 101, dan bisa juga dengan menyisipkan nama Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutkan dengan klik tanda panah bertuliskan LANJUTKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Pembuatan Blog&lt;br /&gt;Langkah ke 4 Blog Template &lt;br /&gt;Pilih desain yang sesuai dengan selera Anda.&lt;br /&gt;Berhasil? Tentu saja berhasil, memang mudah koq. Jika berhasil, Anda akan diarahkan ke halaman seperti yang ada pada gambar dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah tema yang sesuai dengan selera Anda. Jika tidak ada yang sesui dengan selera Anda, jangan khawatir, nanti masih banyak pilihan tema yang bisa Anda install sendiri. Sekarang pilih saja tema agar proses pembuatan blog bisa diselesaikan. Anda bisa preview tema dengan klik gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Memilih tema Anda klik (tandai) bulatannya o seperti pada gambar dibawah. Lihat yang saya tunjuk dengan panah merah buatan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Anda klik tanda panah yang bertuliskan LANJUTKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih Tema&lt;br /&gt;Belajar Membuat Blog Selesai &lt;br /&gt;Sekarang tinggal posting, pengaturan, dan tata letak&lt;br /&gt;Selamat, sekarang Anda sudah memiliki sebuah blog. Sekarang Anda sudah mulai bisa memposting pemikiran Anda di blog dan dibagi ke seluruh dunia (eh Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang masih ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, yaitu pengaturan, tata letak, penambahan eleman, dan penggantian tema jika Anda menginginkan tema yang lain. Ini untuk tingkat lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, Anda sudah memiliki blog dan bisa posting. Hal ini sudah cukup untuk tahap awal. Untuk mendalami masalah Blog lebih dalam, saya anjurkan Anda membaca ebook Nge-Blog Dapat Duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ebook tersebut, bukan hanya diajarkan cara nge-blog, tetapi juga bagaimana mendapatkan uang dari blog. Saya sendiri sudah membuktikannya, saya mendapatkan uang dari ngeblog. Jangan heran kalau saya rajin ngeblog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-8476929867115792857?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/8476929867115792857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=8476929867115792857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/8476929867115792857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/8476929867115792857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2008/12/langkah-1-daftar-google-daftarkan-diri.html' title='Cara mudah MeMbuAt BloG'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-5827307329670794559</id><published>2008-12-25T20:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-25T20:43:36.754+07:00</updated><title type='text'>cara membuat blogg</title><content type='html'>I. Persiapan Membuat Blog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini memiliki sebuah blog bukan merupakan hal baru, dan hampir semua orang yang sering ber-internet sudah memiliki blog. Baik membuat blog dilayanan yang gratis seperti di blogger.com, wordpress.com, blogsome.com, dan layanan blog gratis lainnya maupun dengan menginstall blog pada domain dan hostingnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi Anda yang saat ini belum memiliki blog, sudah saatnya Anda memiliki dan membuat sebuah blog, baik blog yang hanya dipergunakan sebagai website pribadi sampai membuat blog sebagai website bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membuat sebuah blog, Anda bisa menentukan terlebih dahulu, Anda ingin membuat blog menggunakan layanan gratis atau menginstallnya pada domain dan hosting sendiri, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anda membuat blog pada layanan gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anda membuat blog dengan domain dan hosting sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda memutuskan membuat blog pada layanan yang gratis, pilihan terbaik adalah dengan membuat blog di blogger.com sedangkan bila membuat blog dengan domain dan hosting sendiri, Anda bisa menggunakan software blog wordpress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bila membuat blog pada layanan yang gratis, pilihannya jatuh ke blogger.com? Hal ini dikarenakan blogger.com dimiliki oleh Google.com, sehingga proses pengindexan blog di blogger.com lebih baik dan bisa mendatangkan traffic (kunjungan) dari search engine Google.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan sering kali posisi blog yang menggunakan layanan blogger.com bisa menempati posisi lebih tinggi dibandingkan dengan posisi sebuah website biasa dengan domain dan hosting sendiri. Kekurangannya bila Anda membuat blog diblogger.com, Anda akan mendapatkan alamat website seperti domainanda.blogspot.com, memang alamat blog Anda akan menjadi lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila Anda mau mengeluarkan uang untuk pembelian domain dan hosting, Anda bisa menggunakan software blog wordpress yang bisa diinstall pada web hosting Anda sehingga Anda akan memiliki alamat website domainanda.com, lebih simpel. Dan blog wordpress menyediakan template tampilan website yang lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemilihan ini lebih dipengaruhi tujuan Anda membuat blog, bila hanya untuk berexpressi diri saja, Anda bisa menggunakan blog gratis di blogger.com, tetapi bila Anda ingin serius untuk membangun bisnis melalui blog dan membangun branding diri Anda, saya sarankan Anda membeli domain dan hosting, dan menginstall blog wordpress pada web hosting Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya adalah&lt;br /&gt; Bila Menggunakan Blog pada layanan yang gratis, Anda pilih membuat blog di blooger.com&lt;br /&gt; Bila Menggunakan Domain dan Hosting sendiri, Anda pilih membuat blog menggunakan software blog wordpress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini, putuskanlah Anda ingin membuat blog yang mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-5827307329670794559?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/5827307329670794559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=5827307329670794559' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/5827307329670794559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/5827307329670794559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2008/12/cara-membuat-blogg.html' title='cara membuat blogg'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-2849107748419975494</id><published>2008-12-24T15:38:00.000+07:00</published><updated>2009-03-25T22:18:00.416+07:00</updated><title type='text'>TekNoLoGi InfOrmaSI</title><content type='html'>Semakin beragam dan rumitnya masalah yang dihadapi, membuat manusia mencari solusi dari masalah-masalah tersebut. Teknologi Informasi adalah salah satu jawabannya. Teknologi Informasi memberikan harapan baru bagi manusia. Teknologi ini diciptakan untuk membantu manusia melakukan proses-proses yang sebelumnya dilakukan secara manual dan sangat potensial terjadi kesalahan. Teknologi Informasi menawarkan pemecahan yang cepat, akurat dan konsisten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Informatika yang merupakan salah satu disiplin ilmu pada bidang Teknologi Informasi, dikembangkan untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan Teknologi Informasi tersebut guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia yang semakin beragam dan kompleks.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-2849107748419975494?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/2849107748419975494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=2849107748419975494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/2849107748419975494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/2849107748419975494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2008/12/tekn.html' title='TekNoLoGi InfOrmaSI'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-8241756777487133040</id><published>2008-12-09T22:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T22:40:01.303+07:00</updated><title type='text'>emoticon</title><content type='html'>coool&lt;img src="http://emoticons4u.com/cool/087.gif"/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-8241756777487133040?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/8241756777487133040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=8241756777487133040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/8241756777487133040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/8241756777487133040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2008/12/emoticon.html' title='emoticon'/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-3635917255664590765</id><published>2008-12-03T22:03:00.000+07:00</published><updated>2008-12-03T22:12:25.044+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/STahtl1vAtI/AAAAAAAAAAM/6GfylwuffkE/s1600-h/img_computer.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 293px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/STahtl1vAtI/AAAAAAAAAAM/6GfylwuffkE/s320/img_computer.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275581818134790866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-3635917255664590765?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/3635917255664590765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=3635917255664590765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/3635917255664590765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/3635917255664590765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2008/12/blog-post.html' title=''/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_96UFQK_27mg/STahtl1vAtI/AAAAAAAAAAM/6GfylwuffkE/s72-c/img_computer.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9045079585673288569.post-6305951939339381970</id><published>2008-12-03T21:49:00.000+07:00</published><updated>2008-12-03T21:50:49.898+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;&lt;a href="http://dunia-informatika.co.cc/?p=100" rel="bookmark" title="Permanent Link to Interaksi Manusia-Komputer"&gt;Interaksi Manusia-Komputer&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           Ketika komputer pertama kali diperkenalkan secara komersial pada tahun 50-an, mesin ini sangat sulit dipakai dan sangat tidak praktis. Hal demikian karena waktu itu komputer merupakan mesin yang sangat mahal dan besar, hanya dipakai dikalangan tertentu, misalnya para ilmuwan atau ahli-ahli teknik.&lt;br /&gt;Setelah komputer pribadi (PC) diperkenalkan pada tahun 70-an, maka berkembanglah penggunaan teknologi ini secara cepat dan mengagurnkan ke berbagai penjuru kehidupan (pendidikan, perdagangan, pertahanan, perusahaan, dan sebagainya). Kemajuan-kemajuan teknologi tersebut akhirnya juga mempengaruhi rancangan sistem. Sistem rancangan dituntut harus bisa memenuhi kebutuhan pemakai, sistem harus mempunyai kecocokkan dengan kebutuhan pemakai atau suatu sistem yang dirancang harus berorientasi kepada pemakai. Pada awal tahun 70-an ini, juga mulai muncul isu teknik antarmuka pemakai (user interface) yang diketahui sebagai Man-Machine Interaction (MMI) atau Interaksi Manusia-Mesin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9045079585673288569-6305951939339381970?l=septian-informatika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septian-informatika.blogspot.com/feeds/6305951939339381970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9045079585673288569&amp;postID=6305951939339381970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/6305951939339381970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9045079585673288569/posts/default/6305951939339381970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septian-informatika.blogspot.com/2008/12/interaksi-manusia-komputer-ketika.html' title=''/><author><name>IAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07616561103991783455</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
